Jumat, 19 Februari 2021

Macam Gaya Desain Rumah Jaman Now !

 


Gaya desain rumah memiliki banyak macam. Dalam memilih dan menentukan desain rumah dapat disesuaikan dengan gaya kepribadian dan selera pemilik rumah. Disini kita akan membahas bentuk desain rumah yang populer di Indonesia.

Minimalis

Gaya desain mnimalis memiliki ciri khas berbentuk kotak-kotak, namun memiliki nilai keindahan dengan tata ruang sedemikian rupa sehingga tampak lebih lapang. Pada desain minimalis dapat ditemukan ruangan yang tampak digabungkan sekaligus untuk mendapatkan kesan lapang tersebut.

Kontemporer

Gaya desain kontemporer merupakan gaya desain yang fleksibel. Karena selalu berubah mengkuti tren pada masanya. Konsep kontemporer dapat diubah sesuai bentuk material yang populer dan tren masa kini

Tradisional

Di Indonesia rumah tradisional disebut juga runah adat. Konsep rumah tradisional ini biasanya dapat ditemukan di daerah pedesaan yang masih kental adat budaya.

Vintage

Gaya desain rumah vintage merupakan desain rumah yang berbau antik. Furniture yang digunakan biasanya dari bahan logam dan kayu.

Mediterania

Konsep ini berasal dari Eropa. Konsep rumah mediterania merupakan konsep rumah megah dan mewah. Rumah dengan konsep ini memiliki struktur yang tinggi, kokoh, dan terdapat pilar-pilar

Tropical

Rumah berkonsep tropical identik dengan adanya balkon, jendela lebih besar dan lebar serta penggunaan kisi-kisi kayu sebagai penghalang sinar matahari. Dengan demikian rumah tropical ini lebih sejuk dibandingkan dengan desain rumah yang lain.

Industrial

Gaya desain industrial merupakan desain yang unik. Konsep industrial ini menggunakan perabotan yang berwarna netral, penggunaan material metal, dinding bata dan lantai semen menjadi ciri khas konsep ini.

Gaya desain rumah seperti apa yang Anda pilih ?

Gaya desain diatas adalah konsep yang sering diterapkan di Indonesia. Dengan pelayanan yang baik maka Anda dapat menentukan konsep mana yang akan Anda pilih.

Senin, 15 Februari 2021

CPM

CPM (critical path method) adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total

Manfaatnya apa ?

Memberikan tampilan grafis dari alur kegiatan sebuah proyek,

Memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek,

Menunjukkan alur kegiatan mana saja yang penting diperhatikan dalam menjaga jadwal penyelesaian proyek.

Sebelum membahas lebih lanjut, yuk pahami dulu istilah apa saja yang ada dalam cpm.

Istilah-istilah yang ada dalam CPM

E (earliest event occurence time ): Saat tercepat terjadinya suatu peristiwa.

L (Latest event occurence time): Saat paling lambat yang masih diperbolehkan bagi suatu peristiwa terjadi.

ES (earliest activity start time): Waktu Mulai paling awal suatu kegiatan. Bila waktu mulai dinyatakan dalam jam, maka waktu ini adalah jam paling awal kegiatan dimulai.

EF (earliest activity finish time): Waktu Selesai paling awal suatu kegiatan. EF suatu kegiatan terdahulu = ES kegiatan berikutnya.

LS (latest activity start time): Waktu paling lambat kegiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek.

3 Asumsi Dasar dalam menghitung critical path method:

Proyek hanya memiliki satu initial event (start) dan satu terminal event (finish).

Saat tercepat terjadinya initial event adalah hari ke-nol.

Saat paling lambat terjadinya terminal event adalah LS = ES

Nah sebagai pemahaman awal cukup sampai disini dulu ya reader, yuk lanjut ke artikel selanjutnya.

 

“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” — Mahatma Gandhi

 

 

Cara Menentukan Tipe Rumah

 


Apa sih maksudnya tipe rumah 21, 36, 45, 54 dll ?

Pengertian sederhananya tipe rumah itu adalah total luasan bangunannya. Misalnya rumha kita ukuran panjang 6  meter dan lebar 6 meter maka luasnya 36 m². Nah, itulah yang di maksud tipe 36 tapi biasanya jika ditawarkan developer mereka menyebutkan 36/60. Apa maksudnya dengan angka yang di bagian belakang itu ? mari kita bahas, agar lebih jelas ya !!

Yang pertama mari kita bahas dari tipe rumah yang paling sederhana atau kecil, yaitu tipe 21.

Rumah Tipe 21

Rumah tipe 21 artinya luas bangunannya adalah 21 misalnya ukuran rumah adalah :

Panjang      = 6 meter

Lebar         =  3,5 meter       

Luas          = 6 meter x 3,5 meter = 21

Itu baru luas bangunan, belum termasuk luas halamannya. Biasanya disebut sebagai luas tanah dari bangunan tersebut. Biasanya rumah tipe 21 ini di padukan dengan ukuran luas tanah adalah :

Panjang     = 10 meter

Lebar        =  6 meter          

Luas         = 10 meter x 6 meter = 60 m²

Sehingga rumah ini disebut dengan tipe 21/60. Bagaimana mudah bukan ?

Selain luas tanah 60 kadang juga dipadukan dengan luas tanah 72 m². Tipe rumah ini banyak digunakan untuk pemasaran rumah dengan model sederhana dan biaya terjangkau. Rumah tipe 21 ini terdiri beberapa ruangan diantaranya :

1 kamar tidur

1 ruang tamu

1 kamar mandi/WC

Rumah Tipe 36

Rumah dengan luas 36 m² disebut sebagai rumah tipe 36, ukuran panjang 6 meter dan lebar 6 meter sehingga luasnya adalah 6m x 6m = 36 m². Tipe 36 sering di padukan dengan ukuran tanah 60 m² ataupun 72 m² sehingga sering disebut disebut tipe 36/60 atau 36/72. Rumah tipe 36 ini terdiri beberapa ruangan diantaranya :

2 kamar tidur

1 ruang tamu

1 ruang keluarga

1 kamar mandi / wc

Rumah tipe 45

Tipe 45 ini banyak kita temui di perumahan. Ukuran rumah biasanya adalah 6m x 7,5m = 45 m². Rumah tipe 45 m² ini terdiri beberapa ruangan diantaranya :

2 kamar tidur

1 ruang tamu

1 ruang keluarga

1 dapur

1 kamar mandi/WC

Rumah Tipe 54

Rumah dengan ukuran 6m x 9m = 54 m² sehingga disebut rumah tipe 54. Tipe rumah ini digunakan pada rumah kelas menengah yang mengutamakan keluasan bangunan namun dengan harga yang masih terjangkau konsumen. Rumah tipe 54 ini terdiri beberapa ruangan diantaranya :

3 kamar tidur

1 ruang tamu

1 ruang keluarga

2 kamar mandi/WC

 

Tips Jitu memilih kontraktor yang baik

 

Memilih kontraktor sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang kalau Anda punya anggaran besar, susah kalau anggarannya terbatas. Karena bidang kerja kontraktor yang sangat teknis, pengguna jasa kontraktor terkadang tidak paham betul detail-detailnya, termasuk harga. Hal ini menjadi celah bagi kontraktor nakal untuk meraup keuntungan haram.

Lalu bagaimana tips memilih kontraktor yang baik ?

Sebarkan pencarian jasa kontraktor secara langsung maupun tidak langsung

mecari kontraktor bisa disampaikan secara terbuka melalui media massa atau tertutup. Secara spesifik, bisa kita lakukan dengan cara membuka lowongan di surat kabar atau terjun langsung ke lapangan Anda juga bisa mendatangi kantor kontraktor/proyek-proyek pembangunan untuk menemukan kontraktor yang akan kita ajak kerjasama.

Tukar Informasi

Ketika bertemu dengan kontraktor, kita bisa menyampaikan maksud bahwa kita sedang mencari kontraktor untuk mengerjakan proyek yang kita miliki.

Survey Lapangan

Adalah melakukan pengecekan bagaimana hasil kerja kontraktor tersebut. Pastikan bahwa proyek tersebut benar-benar dikerjakan oleh kontraktor yang bersangkutan. Kontraktor nakal ada yang mencoba mengklaim hasil karya orang lain sebagai portofolionya.

Membuka Tender

Agar adil dan lebih banyak pilihan, ada baiknya pengembangan membuka tender. Caranya, dengan memberikan gambar rancang bangun dan spesifikasi proyek secara detail kepada peserta tender. Ini menjadi dasar para peserta tender untuk membuat Rancangan Anggaran Bangunan (RAB) yang nantinya akan diajukan kepada developer. Sebagai catatan, rahasiakan anggaran pembangunan agar kontraktor dapat memberikan perhitungan yang objektif.

Mengumpulkan penawaran kontraktor

Dengan mengumpulkan penawaran kontraktor, Anda dapat menyeleksi kontraktor mana saja yang sesuai dengan anggaran pembangunan yang telah Anda rencanakan. Pengumpulan penawaran ini juga dikemas dalam prestasidari setiap tender atau kontraktor satu per satu. Namun, undangan presentasi ini haruslah terpisah, dengan tujuan peserta tender tidak saling bertemu.

Negosiasi

Setelah Anda membulatkan tekad dan menjatuhkan pilihan pada salah satu kontraktor. Saatnya bernegosiasi mengenai hal-hal yang lebih detail lagi. Tetapi, pada saat negosiasi, Anda juga harus melakukan perhitungan matang, agar kontraktor tidak melakukan pengurangan spesifikasi yang akan merugikan Anda pada akhirnya.

Atur Kontrak

Buatlah kontrak setelah kesepakatan akhir tercapai. Sekali lagi, antara hak dan kewajiban masing-masing pihak harus detail dan jelas. Detail surat perjanjian juga jangan sampai salah, seperti tanggal dan objek. Jangan lupa untuk sertakan cara penyelesaian masalah jika suatu saat nanti terjadi kemungkinan terburuk.

Semoga bermanfaat !